Identifikasi Potensi Dodol Buah Lontar Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Desa Baraya, Kabupaten Jeneponto
Abstrak
Buah lontar merupakan sumber daya pangan lokal yang melimpah di Kabupaten Jeneponto, namun pemanfaatannya masih terbatas dan belum dikembangkan secara optimal sebagai produk pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengolahan dodol buah lontar sebagai daya tarik wisata kuliner di Desa Baraya, Kabupaten Jeneponto, serta menganalisis peluang pengembangannya berdasarkan konsep 4A pariwisata (attraction, accessibility, amenities, dan ancillary service). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang didukung oleh observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap informan kunci yang dipilih secara purposif, meliputi kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan dodol buah lontar memiliki potensi kuat sebagai atraksi wisata kuliner karena mengintegrasikan bahan pangan lokal, proses pengolahan tradisional, dan nilai budaya masyarakat setempat. Aktivitas pembuatan dodol dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata partisipatif yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi buah lontar dan mendukung diversifikasi pendapatan masyarakat. Namun, pengembangan wisata kuliner di Desa Baraya masih menghadapi keterbatasan pada aspek aksesibilitas dan amenitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dodol buah lontar berpeluang menjadi produk unggulan wisata kuliner berbasis pangan lokal di Kabupaten Jeneponto dengan dukungan pengelolaan dan kelembagaan yang terintegrasi.##submission.downloads##
Diterbitkan
2026-01-31
Terbitan
Bagian
Artikel
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal menawarkan akses terbuka dan bersifat non komersil.








